Posted by: yudhaw on: Maret 25, 2008
Kenaikan asumsi harga minyak Indonesia mencapai USD 95 per barrel berimbas pada penghematan subsidi listrik tahun ini. Dari target sebelumnya Rp 10 T, penghematan tahun ini turun hanya Rp 5 triliun.
Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro mengatakan bahwa total kebutuhan subsidi tahun ini mencapai Rp 70,29 triliun. “Kebutuhan subsidinya menjadi Rp 65,29 triliun termasuk carry over 2006 dan 2007 dengan penghematan sebesar Rp 5 triliun,”ujarnya dalam rapat kerja dengan komisi VII di gedung MPR/DPR, Jakarta, kemarin (24/3).
Perbedaan ini disebabkan perubahan berbagai asumsi seperti ICP yang berubah dari USD 85 per barrel menjadi USD 95 per barrel.Penghematan Rp 5 triliun ini turun dari sebelumnya yang diajukan pada 19 Maret 2008 yang mencapai Rp 10 triliun.
Asumsi subsidi itu menggunakan nilai tukar Rp 9.100 per USD berubah dari sebelumnya Rp 9.150 per USD, susut jaringan turun jadi 11,2 persen, alpha BBM dari 6 persen menjadi 5 persen.
Menurut Purnomo, penghematan sebesar Rp 5 triliun ini didapat dari konversi BBM dari diesel ke MFO sebesar Rp 800 miliar, konversi ke gas untuk PLTGU Muara Tawar sebesar Rp 1 triliun, aplikasi insentif disinsentif sebesar Rp 2,7 triliun dan pengurangan losses sebesar Rp 500 miliar. “Secara paralel juga akan dibagikan lampu hemat energi,”jelasnya. (iw)
last comment